Nuansa-Nusantara.com, PURUK CAHU – SMA Negeri 1 Sungai Babuat di Desa Tumbang Bantian, Kecamatan Sungai Babuat, Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah, dilalap api pada Rabu (30/9/2026) sekitar pukul 12.30 WIB.
Kebakaran pertama kali diketahui oleh Elifri, pegawai Korwil UPT Kecamatan Sungai Babuat, bersama sejumlah guru SMA Negeri 1 Sungai Babuat, yakni Putra Saragi, Seti Rohana dan Defiana. Mereka melihat asap dan api berasal dari bagian ruang kantor guru.
Informasi tersebut kemudian disampaikan kepada pihak sekolah, masyarakat sekitar, Pospol Sungai Babuat, Koramil Sungai Babuat serta tim pemadam kebakaran PT Indo Muro Kencana (IMK).
Masyarakat bersama pihak sekolah dan personel TNI-Polri kemudian berupaya melakukan pemadaman secara manual menggunakan peralatan yang tersedia sembari menunggu bantuan pemadam kebakaran.
Sekitar pukul 13.00 WIB, tim pemadam PT IMK bersama personel Polri, TNI dan masyarakat tiba di lokasi dan langsung melakukan pemadaman. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 13.30 WIB.
Kapolsek Permata Intan, Ipda Indra Pacitawan Nurcahyo, SE, mengatakan personel kepolisian langsung diterjunkan ke lokasi untuk membantu proses pemadaman, mengamankan area serta berkoordinasi dengan petugas pemadam kebakaran. “Personel langsung bergerak ke lokasi untuk membantu penanganan, mengamankan area, serta berkoordinasi dengan pemadam kebakaran,” kata Indra.
Menurutnya, keterlibatan personel kepolisian dalam penanganan kebakaran merupakan bagian dari pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam situasi darurat yang berpotensi menimbulkan kerugian besar. “Kehadiran Polri harus dirasakan masyarakat dalam setiap kondisi, termasuk saat terjadi bencana seperti kebakaran,” ujarnya.
Berdasarkan pendataan sementara, kebakaran berdampak pada sejumlah bagian bangunan sekolah, yakni ruang kantor atau ruang guru, ruang laboratorium, ruang perpustakaan dan ruang aula.
Sejumlah fasilitas pendidikan juga ikut terdampak. Di antaranya delapan unit laptop rusak, 15 unit Chromebook, lima unit TV interaktif, satu unit Starlink, satu panel surya, satu iPad, tiga unit salon dan empat unit kipas angin. Dokumen sekolah juga dilaporkan ikut terbakar. Sementara itu, lima bangunan kelas dilaporkan tidak terbakar.
Dalam penanganan di lokasi, dua personel Pospol Sungai Babuat yang dipimpin Kapospol Sungai Babuat Bripka Josua S. Simbolon turut membantu proses pemadaman dan pengamanan area sekitar sekolah. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Namun, kerugian materiil sementara diperkirakan mencapai sekitar Rp2 miliar.
Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran. Berdasarkan keterangan awal di lapangan, kebakaran diduga dipicu korsleting atau arus pendek listrik.
Petugas juga telah melakukan pendataan saksi, kerusakan dan kerugian serta berkoordinasi dengan pihak sekolah, pemerintah desa, tim pemadam dan instansi terkait. Masyarakat diimbau tidak mendekati lokasi sebelum dinyatakan aman serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya yang berkaitan dengan instalasi kelistrikan. (Tn)







