Nuansa-Nusantara.com, Puruk Cahu – Jalan yang layak, air bersih, fasilitas kesehatan hingga sarana olahraga masih menjadi kebutuhan yang disuarakan masyarakat di wilayah Desa Sungai Lunuk dan Desa Karali. Berbagai kebutuhan tersebut disampaikan warga saat mengikuti reses Anggota DPRD Kabupaten Murung Raya, Bebie, S.Sos., S.H., M.M., M.A.P., yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi II DPRD Murung Raya.
Reses menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan secara langsung kondisi dan kebutuhan pembangunan di wilayah mereka. Aspirasi yang disampaikan cukup beragam, mulai dari pembangunan infrastruktur hingga peningkatan fasilitas pelayanan publik. Di Desa Sungai Lunuk, akses jalan menjadi salah satu perhatian warga. Masyarakat mengusulkan kelanjutan pengecoran ruas jalan dari SMK menuju arah kuburan serta pembangunan lanjutan jalan dari SMK menuju Tahujan.
Akses lingkungan juga menjadi perhatian melalui usulan pengecoran Gang Mukkut dan pembangunan jembatan menuju lokasi kuburan. Peningkatan sarana tersebut diharapkan dapat mempermudah mobilitas masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Kebutuhan dasar berupa air bersih turut menjadi aspirasi warga. Masyarakat mengusulkan rehabilitasi sarana air bersih yang telah tersedia agar fasilitas tersebut dapat kembali berfungsi secara optimal.
Selain infrastruktur, warga Sungai Lunuk menyampaikan sejumlah kebutuhan sosial dan ekonomi. Kelanjutan program bedah rumah bagi masyarakat yang menempati rumah tidak layak huni menjadi salah satu usulan. Dukungan terhadap sektor pertanian juga diharapkan melalui bantuan alat dan bibit pertanian.
Pada bidang kesehatan, warga mengusulkan penataan halaman Pustu Sungai Lunuk serta pengadaan meubeler untuk mendukung kenyamanan dan pelayanan kepada masyarakat. Sementara itu, di Desa Karali, kebutuhan air bersih menjadi salah satu aspirasi yang cukup menonjol. Warga berharap tersedia sarana air bersih yang mampu menyalurkan air hingga ke rumah-rumah penduduk. Sebagai pendukung sumber air, masyarakat juga mengusulkan pembangunan sumur bor.
Persoalan infrastruktur jalan di Desa Karali turut disampaikan melalui usulan penimbunan bahu jalan di sisi kiri dan kanan serta pengecoran gang di lingkungan desa. Di bidang pendidikan, masyarakat mengusulkan pembangunan rumah dinas SMP Karali. Sementara untuk meningkatkan pelayanan kesehatan, warga meminta rehabilitasi Pustu Karali serta pengadaan meubeler.
Aktivitas masyarakat, khususnya di bidang olahraga, juga mendapat perhatian. Warga mengusulkan penyediaan sarana olahraga bola voli, pengadaan net, serta pengecoran lapangan agar dapat digunakan sebagai ruang aktivitas olahraga masyarakat.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Bebie menyampaikan bahwa seluruh masukan masyarakat akan menjadi bagian dari catatan reses untuk kemudian diinventarisasi dan dibahas sesuai mekanisme yang berlaku. “Reses ini menjadi kesempatan bagi kami untuk mendengar langsung kebutuhan masyarakat, kita mengetahui langsung apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. Semua masukan yang disampaikan akan menjadi catatan kami untuk dibawa dalam pembahasan di DPRD,” ujar Bebie.
Menurutnya, pembangunan di tingkat desa tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik, tetapi juga menyangkut pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu, aspirasi mengenai air bersih, fasilitas kesehatan, pendidikan, pertanian, dan sarana olahraga menjadi bagian penting dalam perencanaan pembangunan.
Melalui kegiatan reses tersebut, aspirasi masyarakat Desa Sungai Lunuk dan Desa Karali diharapkan dapat menjadi bahan dalam pembahasan program pembangunan Kabupaten Murung Raya, dengan mempertimbangkan skala kebutuhan serta kemampuan anggaran daerah. Pertemuan tersebut turut dihadiri kepala desa, aparat desa dan anggota BPD dari empat desa, lurah, tokoh masyarakat, tokoh adat, kepala sekolah SD dan SMP, jajaran tenaga kesehatan, serta sejumlah undangan lainnya. (Tn)

